Sabtu, 20 Juni 2015

Keracunan Asap Feminism

Judulnya seperti berita dikoran yang memaparkan sebuah bencana wabah penyakit, penyakit kali ini dari diri sendiri dan untuk diri sendiri.

Sampai kapanpun pembahasan tentang feminism yang mengusung equality and mutual respect itu tetap akan blunder pembahasannya.


Saya membaca tulisan seseorang judulnya Teruntuk Pandangan Skeptis Kepada Perempuan, isinya kemungkinan besar disetujui oleh para wanita, ya itu sudut pandang sang Penulis, dan izinkan saya mengutarakan sudut pandang saya mengenai wanita, laki-laki dan ego nya masing-masing.

Memang saat ini secara kasat mata, wanita tidak mendapatkan hak nya, dibeberapa tempat pendapatan tidak sebesar laki-laki, kekerasan, pelecehan, dan hal lainnya yang menimpa wanita.

Tapi ada satu hal yang sering kita lupa, dulu mendapat anak wanita itu seperti sial, bayi wanita dibuang, pembakaran pengantin wanita, dan tidak ada jaminan pendidikan serta kesehatan wanita, dan saat ini wanita sudah cukup dihargai dibanding jaman dulu, mengapa masih menuntut lebih?

Adam First


Adam manusia pertama yang diciptakan, Hawa sebagai pendamping yang berjalan seirama, dan mencoba mengerti-memahami Adam. Namun nyatanya Wanita yang ingin dimengerti, dan dipenuhi keinginannya.


"Ladies first" hal yang sering kita dengar dan dalam beberapa kesempatan kebanyaakan orang sudah mencoba mengaplikasikan mendahulukan wanita, padahal Adam First.

Kita sebagai wanita banyak tuntunannya ya? Ingin dimengerti dan Ingin di pahami, contohnya ya artikel ditautan diatas itu mewakili perasaan kebanyakan wanita.

Lantas pria boleh kah menuntut?Tuntutan pria itu apa sih memangnya? Sebejat apapun pria dari hati kecilnya  pasti ingin wanita yang medampinginya shalehah, enak dilihat, baik, cerdas, pandai memasak, bicara santun dan hal yang baik-baik meskipun pria tersebut merasa bukan orang yang baik, tapi tetap ingin wanita yang baik. Hal tersebut memberi kesan bahwa laki-laki Egois.Padahal laki-laki memikirkan jauh kedepan, dia ingin yang mendidik anak-anaknya itu adalah wanita yang baik, sehingga anaknya baik pula, inget kan kalau fitrah manusia itu baik, manusia cenderung melakukan hal-hal baik.

Tapi wanita juga ingin laki-laki yang baik

Baik itu relatif kan ya? laki-laki baik yang seperti apa? yang tidak pernah selingkuh? yang memiliki sopan santun? yang tidak merokok? yang lemah lembut? yang rajin ke Masjid? Laki-laki yang rajin ke Masjid, belum tentu kita mengangapnya selalu baik dalam segala hal, jika  dia mendukung poligami aktif? masih dikategorikan laki-laki baik juga? baik dan tidaknya ada di otak kita.Laki-laki ngomong kasar dan 'idung belang' itu bukan laki-laki yang baik kah? Manusia berubah, tidak baik hari ini boleh jadi paling baik dikemudian hari.

Sudah sebaik apa kita, sudah sempurnakah kita? siapa kita menuntut ingin mendapatkan laki-laki ideal yang ada di otak kita?Daripada pusing mencari dan membuat standarisai laki-laki ideal untuk kita [wanita], buang-buang waktu, biar itu terucap dalam do'a saja, dan biar Allah yang memilihkannya untuk kita, bukan urusan kita.Tugas kita sebagai wanita hanya belajar, mari belajar menjadi Ibu yang baik.

Dunia Ada Ditangan Wanita

Semua manusia memiliki Ibu, kecuali Adam. Orang pertama yang membimbing manusia adalah Ibu, orang yang menentukan akhlak dasar manusia adalah Ibu, yang mengajarkan sopan santun, warna, dan hal-hal lainnya.

Bayangkan manusia yang masih polos, diisi pertama kali oleh bimbingan seorang Ibu, sebagai penentuan mau seperti apakah manusia tersebut.Seluruh manusia di dunia ditentukan oleh kualitas bimbingan Ibu, ya Dunia ada ditangan kita!

Kita berkontribusi pada dunia, memebentuk generasi berikutnya!Itulah alasannya mengapa wanita harus baik, shalehah, cerdas, baik, sopan, menutup aurat dan mau berpikir Karena Dunia ada ditangan kita.

Wanita Sebagai Pilar

Seorang Ayah bagi saya sebagai pengikat pilar, jika Ibu saya itu pilar keluarga, pengikat yang mengokohkan itu seorang Ayah, sebagai Atap. Perih rasanya ketika mendengar kabar bahwa Ayah nya Fulan meninggal, karena saya pikir Ayah itu sebagai atap yang jika hilang, Ibu tetap bisa berdiri tegak namun hanya bergatung apa bumi yang dipijak dan Langit yang menaungi, sekuat apapun seorang Ibu.Kokohnya keluarga ada pada wanita, banyak kasus perceraian dan sebagainya yang penyebabnya ulah wanita. Ada pula kasus perselingkuhan misalnya, itu akibat laki-laki kah?

Saya percaya ada manusia yang cenderung mendua, jika Istri melarang untuk beristri lebih dari satu, kemungkinan ada perselingkuhan kan? Tentunya kembali lagi pada pribadi masing-masing..Mengapa wanita anti-poligami? karena apa? Urusan hati dan gengsi. Itu saja. Pertimbangannya pada perasaan anak-anak dan keluarga yang lagi-lagi urusan HATI.Saya pribadi ada diposisi netral, mendukung tidak, menolak pun tidak, hanya ingin berbagi pandangan yang lain, berhubung otak saya random, saya bisa mendukung satu hal tapi disisi lain saya menolak hal tersebut, sehingga saya memilih di posisi netral, biar keadaan nanti yang menjawabnya.

Karena yang baik menurut kita hari ini, belum tentu baik dikemudian hari. Disetujui oleh kita hari ini, boleh jadi kita tolak habis-habisan di kemudian hari.

Kebahagiaan Wanita

Katanya wanita senang diberi perhiasan dan baju, diberi kebebasan memilih, diberi kebebasan bertindak. Coba renungkan, kebahagiaan apa yang sesungguhnya yang diinginkan wanita? Kebahagiaan mendapat harta berlimpah? Bersuamikan pria ganteng, baik, rajin shalat, perhatian, mengerti wanita, menjaga perasaan wanita dan tidak poligami? Saya yakin itu bukan kebahagiaan sesungguhnya, mari renungkan lagi sama-sama.. Kebahagiaan yang seutuhnya kembali pada Sang Pencipta dalam keadaan baik, dan tanpa beban.

Equality and Mutual Respect

Tujuan feminism adalah  kesetaraan dan saling menghargai, setelah kita tahu apa peranan dan kontribusi kita pada dunia untuk membentuk generasi selanjutnya, apa masih menuntut kesetaraan lebih?

Sudah.. sudah.. bukan saatnya kita menuntut emansipasi yang berlebihan, saat ini wanita sudah cukup dihargai, asalkan kita pun mau tetap saling menghargai satu sama lain, saya pun masih belajar untuk semua ini, sekali lagi saya hanya mengungkapkan sudut pandang saya mengenai wanita.Saat ini wanita hanya perlu belajar, berkarya, tersenyum, ceria, melakukan perbaikan terhadap diri sendiri, dan sekitar, belajar dari kesalahan, mengahragai orang lain, tidak perlu menuntut lebih.

Laki-laki yang menuntut wanita baik, bukan urusan kita, yang penting kita tetap berusaha menjadi lebih baik dari menit yang telah berlalu, karena kita pembentuk generasi selanjutnya, Insya Allah.


Manusia yang masih Belajar

Bekasi, 11 januari 2014

NB : Penulis blog yang saya tautkan diatas membuat tulisan part dua
 Teruntuk Pandangan Skeptis Kepada Perempuan Part 2
Jadi banyak yang bisa dikaji oleh para pembaca, jangan lupa baca komen di notes ini juga ya, jika berkenan... agar lebih melihat dari beberapa arah :)  Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

boleh dikomentarin koo.. mangga..mangga.. hha. whatever.