Setelah melewati umur kembar yaitu dua..dua.. saatnya menginjak umur dua.. tiga.. perjalanan umur dari dua dua menuju dua tiga ternyata lebih menarik dari perjalanan tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal-hal yang nampaknya sederhana namun sangat kompleks untuk dijelaskan..
Lari dari kenyataan
Kenapa lari terus tan? Lari dari kenyataan ya?
Kenapa lari terus tan? mau bakar apa lagi? kan udh kurus..
Sangat sering saya mendengar kalimat senada dari beberapa keluarga dan teman-teman ketika tahu saya lebih sering olahraga lari.. ada benarnya sih kalau orang bilang lari dari kenyataan.. toh nyatanya saat lari semua masalah kerjaan, masalah apapun tiba-tiba berhenti mengorbit dipikiran, kenapa? alasan sederhananya
Karena lari itu cukup melelahkan jadi pikiran rasanya hanya tentang Aku, Nafasku, Lelahku, Dahagaku, dan Garis Finiskuitu saja.. sederhana bukan?
Lari itu bukan hanya tentang jarak dan kecepatan tapi melibatkan perasaan..Terdengarnya lebay memang, tapi ya begitu kenyataanya ketika kita merasa suka terhadap sesuatu, alasannya sulit di terima logika, hanya perasaan saja yang bisa mencitrakan rasa..
Berdamai dengan diri sendiri
Mengenali diri sendiri saja tidak cukup, saya sadar bahwa kita juga perlu berdamai dengan diri sendiri, tentang ego, emosi, perasaan, rasa sabar, motivasi, ambisi dan kerasnya diri sendiri kita perlu menyelaminya lebih dalam..
Perenungan saja tidak cukup, mungkin masing-masing orang berbeda cara untuk berdamai dengan diri sendiri, namun saya menemukan kedamaian dengan diri sendiri ketika saya mempersiapkan diri untuk Gede Pangrango Marathon 2015.. disitulah saya bisa merasakan apa yang sebetulnya yang saya cari, untuk apa, sesabar apa saya, bagaimana saya menghilangkan kejenuhan, memotivasi diri sendiri, menghilangkan penyesalan, menyikapi cibiran orang, mengontrol emosi, tidak menyalahkan orang lain serta keadaan, bagaimana saya bisa memberi kenyamaan pada diri sendiri ketika lelah, panas, ketika tubuh dan pikiran merasa perlu penyegaran, dan ketika kita mengalami kegagalan.. tidak perlu menjadi keras kepala untuk merealisikan mimpi, cukup pahami diri sendiri, rasakan kegagalannya, dan bangkit untuk mengejarnya kembali nanti tidak perlu hari ini.. pesan untuk berdamai dengan diri sendiri dari kerabat dekat :
Nikmati Prosesnya
- Sarwo Hakim
Intan batu, jangan sampai Tuhan langsung yang Japri supaya kamu sadar
- Julia Elaine Patricia
Kita punya batasan, belajar dari ahlinya itu penting, biar yang kita lakuin bener tekniknya dan ada yang ngasih tau kalau kita salah
- Asroel Anshor Setiajie
Jangan jadi batu
-Dery Maulana Rosadi
Terimaksih Pak Sarwo yang selalu memotivasi dan Trio AB yang unik-unik Kak Jule, Kak Aji dan Kak Dery yang selalu mengingatkan agar kita tidak jadi batu yang tambeng dan mengingatkan harus tahu dan sadar batasan diri sendiri.
Benang Merah Nama
Di umur dua tiga ini pula saya baru sadar ternyata nama sangat berpengaruh terhadap hidup kita, terimakasih kepada Teh Rida Permatasari, beliau membuat saya sadar bahwa batu Intan itu untuk menjadi kemilau perlu di "asah" dan perlu kesabaran pula untuk orang-orang yang mengasahnya.. Ijin mengutip kata-kata puitisnya teh Rida dalam do'a di hari ulang tahun saya :
Semoga tahun ini kemilau 'intan' sudah lebih bersinar jangan lupakan orang-orang yang sudah mengasahmu dengan cinta atau lewat siksaan perasaan, pecahkan saja gelasnya biar ramai, segala cinta dan pesona-NYA akan berbalik membiusmu sebagai upah atas semua rasa mengalahkanmu.. sukses ya cantik tetap rendah hati semoga Allah SWT memudahkan segala urusanmu(sweet)
Jadi coba pahami arti dan hal-hal yang berkaitan dengan namamu, pasti terpana deh saat sadar ada benang merah antara kehidupan masa lalu, kehidupan yang sedang dijalani dengan arti nama mu :)
Tuntutan, Mengalah dan Emosi
Udah ga di umurnya lagi menuntut orang lain berbuat harus sesuai harapan kita, tapi sudah saatnya menyesuaikan sikap terbaik apa yang seharusnya kita lakukan ke oranglain, mengalah bukan berarti kalah
Inget kan sewaktu kita kecil kita selalu banyak keinginan yang harus segera terpenuhi, banyak menuntut orang disekitar untuk melakukan apa yang kita inginkan, seakan akan kita tidak peduli keadaan orang lain sepeti apa yang penting keinginan kita terpenuhi..
Ternyata sudah tidak di umurnya lagi untuk berbuat sepeti itu, sekarang saya harus lebih peka terhadap pikiran dan perasaan orang lain, orang lain berbuat pasti ada alasannya, pahami alasannya, kontrol emosi, dan lakukan hal terbaik apa yang seharusnya saya lakukan untuk menyikapi orang lain, memang seringnya terlihat seperti orang yang mengalah pada kenyataan atau bahkan membiarkan orang berbuat seenaknya.. mengalah bukan berarti kalah, karna ego dan emosi kita seringnya adalah sumber dari segala masalah..
Pahami, turunkan nada suara dan berikan sikap terbaik..semudah itu cara saya mengontrol emosi..
Orang-orang Baik yang Sakau
Hidup dilingkungan orang-orang baik selalu membuat saya sadar bahwa kebaikan yang kita berikan ke orang lain bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, karena ketika kita berbuat baik untuk orang lain kita merasakan ada perasaan senang yang berbeda, yang hanya bisa kita rasakan ketika melakukan hal baik kepada orang lain, yang membuat kita kecanduan dan rindu untuk merasakannya lagi berulang-ulang..
Pantas saja orang-orang yang selalu melakukan hal-hal lebih untuk orang lain itu tidak pernah merasa jemu, karna orang-orang baik itu sakau terhadap nikmatnya dari berbuat baik :)
Skenario Allah dan Pertanyaan Jodoh
Allah lebih memahami apa yang kita perlukan, Allah yang lebih tahu jalan terbaik apa yang harus kita tempuh, Allah punya caranya sendiri untuk membuat kita bahagiaJodoh, cita-cita dan masa depan masih abstrak.. kita hanya bisa berencana, memantaskan diri dan mendekatkan diri pada-Nya.. semua akan terwujud ketika Allah mengizinkan bukan?
Perihal Jodoh..
Nyari yang kaya gimana sih?
Layaknya di tanya makanan enak itu seperti apa, saya pun tidak bisa mendeskripsikan makanan enak seperti apa, sama halnya jodoh kita pun tidak bisa memberikan spesifikasi detail layaknya isi spesifikasi mesin di penawaran sistem
Tidak usah khawatir dan buru-buru jodoh akan bertamu ketika kita sudah dinilai pantas untuknya..
Nikmati Prosesnya dan Pasrah
Pasrah itu bukan meningggalkan masalah, bukan tidak berbuat apa-apa.. pasrah itu ketika kita menambal kekurangan diri sendiri sambil menjalani jalan yang panjang dengan semangat dan penuh harapan :)
Sepertihalnya judul dari tulisan ini, dua tiga empat lima, karena setalah angka dua tiga ada empat lima dan angka seterusya..
Nikmati saja prosesnya..
Terimakasih berkenan untuk baca.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
boleh dikomentarin koo.. mangga..mangga.. hha. whatever.