Sabtu, 20 Juni 2015

Dua Tiga Empat Lima


Setelah melewati umur kembar yaitu dua..dua.. saatnya menginjak umur dua.. tiga.. perjalanan umur dari dua dua menuju dua tiga ternyata lebih menarik dari perjalanan tahun-tahun sebelumnya. Banyak hal-hal yang nampaknya sederhana namun sangat kompleks untuk dijelaskan..

Lari dari kenyataan

Kenapa lari terus tan? Lari dari kenyataan ya?
Kenapa lari terus tan? mau bakar apa lagi? kan udh kurus..

Sangat sering saya mendengar kalimat senada dari beberapa keluarga dan teman-teman ketika tahu saya lebih sering olahraga lari.. ada benarnya sih kalau orang bilang lari dari kenyataan.. toh nyatanya saat lari semua masalah kerjaan, masalah apapun tiba-tiba berhenti mengorbit dipikiran, kenapa? alasan sederhananya

Karena lari itu cukup melelahkan jadi pikiran rasanya hanya tentang Aku, Nafasku, Lelahku, Dahagaku, dan Garis Finisku
itu saja.. sederhana bukan?
Lari itu bukan hanya tentang jarak dan kecepatan tapi melibatkan perasaan..
Terdengarnya lebay memang, tapi ya begitu kenyataanya ketika kita merasa suka terhadap sesuatu, alasannya sulit di terima logika, hanya perasaan saja yang bisa mencitrakan rasa..

Berdamai dengan diri sendiri

Mengenali diri sendiri saja tidak cukup, saya sadar bahwa kita juga perlu berdamai dengan diri sendiri, tentang ego, emosi, perasaan, rasa sabar, motivasi, ambisi dan kerasnya diri sendiri kita perlu menyelaminya lebih dalam..

Perenungan saja tidak cukup, mungkin masing-masing orang berbeda cara untuk berdamai dengan diri sendiri, namun saya menemukan kedamaian dengan diri sendiri ketika saya mempersiapkan diri untuk Gede Pangrango Marathon 2015.. disitulah saya bisa merasakan apa yang sebetulnya yang saya cari, untuk apa, sesabar apa saya, bagaimana saya menghilangkan kejenuhan, memotivasi diri sendiri, menghilangkan penyesalan, menyikapi cibiran orang, mengontrol emosi, tidak menyalahkan orang lain serta keadaan, bagaimana saya bisa memberi kenyamaan pada diri sendiri ketika lelah, panas, ketika tubuh dan pikiran merasa perlu penyegaran, dan ketika kita mengalami kegagalan.. tidak perlu menjadi keras kepala untuk merealisikan mimpi, cukup pahami diri sendiri, rasakan kegagalannya, dan bangkit untuk mengejarnya kembali nanti tidak perlu hari ini.. pesan untuk berdamai dengan diri sendiri dari kerabat dekat :

Nikmati Prosesnya
- Sarwo Hakim



Intan batu, jangan sampai Tuhan langsung yang Japri supaya kamu sadar
- Julia Elaine Patricia


Kita punya batasan, belajar dari ahlinya itu penting, biar yang kita lakuin bener tekniknya dan ada yang ngasih tau kalau kita salah
- Asroel Anshor Setiajie


Jangan jadi batu
-Dery Maulana Rosadi

Terimaksih Pak Sarwo yang selalu memotivasi dan  Trio AB yang unik-unik Kak Jule, Kak Aji dan Kak Dery yang selalu mengingatkan agar kita tidak jadi batu yang tambeng dan mengingatkan harus tahu dan sadar batasan diri sendiri.


Benang Merah Nama

Di umur dua tiga ini pula saya baru sadar ternyata nama sangat berpengaruh terhadap hidup kita, terimakasih kepada Teh Rida Permatasari, beliau membuat saya sadar bahwa batu Intan itu untuk menjadi kemilau perlu di "asah" dan perlu kesabaran pula untuk orang-orang yang mengasahnya.. Ijin mengutip kata-kata puitisnya teh Rida dalam do'a di hari ulang tahun saya :
Semoga tahun ini kemilau 'intan' sudah lebih bersinar jangan lupakan orang-orang yang sudah mengasahmu dengan cinta atau lewat siksaan perasaan, pecahkan saja gelasnya biar ramai, segala cinta dan pesona-NYA akan berbalik membiusmu sebagai upah atas semua rasa mengalahkanmu.. sukses ya cantik tetap rendah hati semoga Allah SWT memudahkan segala urusanmu
(sweet)

Jadi coba pahami arti dan hal-hal yang berkaitan dengan namamu, pasti terpana deh saat sadar ada benang merah antara kehidupan masa lalu, kehidupan yang sedang dijalani dengan arti nama mu :)

Tuntutan, Mengalah dan Emosi

Udah ga di umurnya lagi menuntut orang lain berbuat harus sesuai harapan kita, tapi sudah saatnya menyesuaikan sikap terbaik apa yang seharusnya kita lakukan ke oranglain, mengalah bukan berarti kalah

Inget kan sewaktu kita kecil kita selalu banyak keinginan yang harus segera terpenuhi, banyak menuntut orang disekitar untuk melakukan apa yang kita inginkan, seakan akan kita tidak peduli keadaan orang lain sepeti apa yang penting keinginan kita terpenuhi..

Ternyata sudah tidak di umurnya lagi untuk berbuat sepeti itu, sekarang saya harus lebih peka terhadap pikiran dan perasaan orang lain, orang lain berbuat pasti ada alasannya, pahami alasannya, kontrol emosi, dan lakukan hal terbaik apa yang seharusnya saya lakukan untuk menyikapi orang lain, memang seringnya terlihat seperti orang yang mengalah pada kenyataan atau bahkan membiarkan orang berbuat seenaknya.. mengalah bukan berarti kalah, karna ego dan emosi kita seringnya adalah sumber dari segala masalah..

Pahami, turunkan nada suara dan berikan sikap terbaik..semudah itu cara saya mengontrol emosi..

Orang-orang Baik yang Sakau

Hidup dilingkungan orang-orang baik selalu membuat saya sadar bahwa kebaikan yang kita berikan ke orang lain bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, karena ketika kita berbuat baik untuk orang lain kita merasakan ada perasaan senang yang berbeda, yang hanya bisa kita rasakan ketika melakukan hal baik kepada orang lain, yang membuat kita kecanduan dan rindu untuk merasakannya lagi berulang-ulang..

Pantas saja orang-orang yang selalu melakukan hal-hal lebih untuk orang lain itu tidak pernah merasa jemu, karna orang-orang baik itu sakau terhadap nikmatnya dari berbuat baik :)

Skenario Allah dan Pertanyaan Jodoh

Allah lebih memahami apa yang kita perlukan, Allah yang lebih tahu jalan terbaik apa yang harus kita tempuh, Allah punya caranya sendiri untuk membuat kita bahagia
Jodoh, cita-cita dan masa depan masih abstrak.. kita hanya bisa berencana, memantaskan diri dan mendekatkan diri pada-Nya.. semua akan terwujud ketika Allah mengizinkan bukan?

Perihal Jodoh..

Nyari yang kaya gimana sih?

Layaknya di tanya makanan enak itu seperti apa, saya pun tidak bisa mendeskripsikan makanan enak seperti apa, sama halnya jodoh kita pun tidak bisa memberikan spesifikasi detail layaknya isi spesifikasi mesin di penawaran sistem

Tidak usah khawatir dan buru-buru jodoh akan bertamu ketika kita sudah dinilai pantas untuknya..

Nikmati Prosesnya dan Pasrah

Pasrah itu bukan meningggalkan masalah, bukan tidak berbuat apa-apa.. pasrah itu ketika kita menambal kekurangan diri sendiri sambil menjalani jalan yang panjang dengan semangat dan penuh harapan :)

Sepertihalnya judul dari tulisan ini, dua tiga empat lima, karena setalah angka dua tiga ada empat lima dan angka seterusya..

Nikmati saja prosesnya..

Terimakasih berkenan untuk baca.. :)

Keracunan Asap Feminism

Judulnya seperti berita dikoran yang memaparkan sebuah bencana wabah penyakit, penyakit kali ini dari diri sendiri dan untuk diri sendiri.

Sampai kapanpun pembahasan tentang feminism yang mengusung equality and mutual respect itu tetap akan blunder pembahasannya.


Saya membaca tulisan seseorang judulnya Teruntuk Pandangan Skeptis Kepada Perempuan, isinya kemungkinan besar disetujui oleh para wanita, ya itu sudut pandang sang Penulis, dan izinkan saya mengutarakan sudut pandang saya mengenai wanita, laki-laki dan ego nya masing-masing.

Memang saat ini secara kasat mata, wanita tidak mendapatkan hak nya, dibeberapa tempat pendapatan tidak sebesar laki-laki, kekerasan, pelecehan, dan hal lainnya yang menimpa wanita.

Tapi ada satu hal yang sering kita lupa, dulu mendapat anak wanita itu seperti sial, bayi wanita dibuang, pembakaran pengantin wanita, dan tidak ada jaminan pendidikan serta kesehatan wanita, dan saat ini wanita sudah cukup dihargai dibanding jaman dulu, mengapa masih menuntut lebih?

Adam First


Adam manusia pertama yang diciptakan, Hawa sebagai pendamping yang berjalan seirama, dan mencoba mengerti-memahami Adam. Namun nyatanya Wanita yang ingin dimengerti, dan dipenuhi keinginannya.


"Ladies first" hal yang sering kita dengar dan dalam beberapa kesempatan kebanyaakan orang sudah mencoba mengaplikasikan mendahulukan wanita, padahal Adam First.

Kita sebagai wanita banyak tuntunannya ya? Ingin dimengerti dan Ingin di pahami, contohnya ya artikel ditautan diatas itu mewakili perasaan kebanyakan wanita.

Lantas pria boleh kah menuntut?Tuntutan pria itu apa sih memangnya? Sebejat apapun pria dari hati kecilnya  pasti ingin wanita yang medampinginya shalehah, enak dilihat, baik, cerdas, pandai memasak, bicara santun dan hal yang baik-baik meskipun pria tersebut merasa bukan orang yang baik, tapi tetap ingin wanita yang baik. Hal tersebut memberi kesan bahwa laki-laki Egois.Padahal laki-laki memikirkan jauh kedepan, dia ingin yang mendidik anak-anaknya itu adalah wanita yang baik, sehingga anaknya baik pula, inget kan kalau fitrah manusia itu baik, manusia cenderung melakukan hal-hal baik.

Tapi wanita juga ingin laki-laki yang baik

Baik itu relatif kan ya? laki-laki baik yang seperti apa? yang tidak pernah selingkuh? yang memiliki sopan santun? yang tidak merokok? yang lemah lembut? yang rajin ke Masjid? Laki-laki yang rajin ke Masjid, belum tentu kita mengangapnya selalu baik dalam segala hal, jika  dia mendukung poligami aktif? masih dikategorikan laki-laki baik juga? baik dan tidaknya ada di otak kita.Laki-laki ngomong kasar dan 'idung belang' itu bukan laki-laki yang baik kah? Manusia berubah, tidak baik hari ini boleh jadi paling baik dikemudian hari.

Sudah sebaik apa kita, sudah sempurnakah kita? siapa kita menuntut ingin mendapatkan laki-laki ideal yang ada di otak kita?Daripada pusing mencari dan membuat standarisai laki-laki ideal untuk kita [wanita], buang-buang waktu, biar itu terucap dalam do'a saja, dan biar Allah yang memilihkannya untuk kita, bukan urusan kita.Tugas kita sebagai wanita hanya belajar, mari belajar menjadi Ibu yang baik.

Dunia Ada Ditangan Wanita

Semua manusia memiliki Ibu, kecuali Adam. Orang pertama yang membimbing manusia adalah Ibu, orang yang menentukan akhlak dasar manusia adalah Ibu, yang mengajarkan sopan santun, warna, dan hal-hal lainnya.

Bayangkan manusia yang masih polos, diisi pertama kali oleh bimbingan seorang Ibu, sebagai penentuan mau seperti apakah manusia tersebut.Seluruh manusia di dunia ditentukan oleh kualitas bimbingan Ibu, ya Dunia ada ditangan kita!

Kita berkontribusi pada dunia, memebentuk generasi berikutnya!Itulah alasannya mengapa wanita harus baik, shalehah, cerdas, baik, sopan, menutup aurat dan mau berpikir Karena Dunia ada ditangan kita.

Wanita Sebagai Pilar

Seorang Ayah bagi saya sebagai pengikat pilar, jika Ibu saya itu pilar keluarga, pengikat yang mengokohkan itu seorang Ayah, sebagai Atap. Perih rasanya ketika mendengar kabar bahwa Ayah nya Fulan meninggal, karena saya pikir Ayah itu sebagai atap yang jika hilang, Ibu tetap bisa berdiri tegak namun hanya bergatung apa bumi yang dipijak dan Langit yang menaungi, sekuat apapun seorang Ibu.Kokohnya keluarga ada pada wanita, banyak kasus perceraian dan sebagainya yang penyebabnya ulah wanita. Ada pula kasus perselingkuhan misalnya, itu akibat laki-laki kah?

Saya percaya ada manusia yang cenderung mendua, jika Istri melarang untuk beristri lebih dari satu, kemungkinan ada perselingkuhan kan? Tentunya kembali lagi pada pribadi masing-masing..Mengapa wanita anti-poligami? karena apa? Urusan hati dan gengsi. Itu saja. Pertimbangannya pada perasaan anak-anak dan keluarga yang lagi-lagi urusan HATI.Saya pribadi ada diposisi netral, mendukung tidak, menolak pun tidak, hanya ingin berbagi pandangan yang lain, berhubung otak saya random, saya bisa mendukung satu hal tapi disisi lain saya menolak hal tersebut, sehingga saya memilih di posisi netral, biar keadaan nanti yang menjawabnya.

Karena yang baik menurut kita hari ini, belum tentu baik dikemudian hari. Disetujui oleh kita hari ini, boleh jadi kita tolak habis-habisan di kemudian hari.

Kebahagiaan Wanita

Katanya wanita senang diberi perhiasan dan baju, diberi kebebasan memilih, diberi kebebasan bertindak. Coba renungkan, kebahagiaan apa yang sesungguhnya yang diinginkan wanita? Kebahagiaan mendapat harta berlimpah? Bersuamikan pria ganteng, baik, rajin shalat, perhatian, mengerti wanita, menjaga perasaan wanita dan tidak poligami? Saya yakin itu bukan kebahagiaan sesungguhnya, mari renungkan lagi sama-sama.. Kebahagiaan yang seutuhnya kembali pada Sang Pencipta dalam keadaan baik, dan tanpa beban.

Equality and Mutual Respect

Tujuan feminism adalah  kesetaraan dan saling menghargai, setelah kita tahu apa peranan dan kontribusi kita pada dunia untuk membentuk generasi selanjutnya, apa masih menuntut kesetaraan lebih?

Sudah.. sudah.. bukan saatnya kita menuntut emansipasi yang berlebihan, saat ini wanita sudah cukup dihargai, asalkan kita pun mau tetap saling menghargai satu sama lain, saya pun masih belajar untuk semua ini, sekali lagi saya hanya mengungkapkan sudut pandang saya mengenai wanita.Saat ini wanita hanya perlu belajar, berkarya, tersenyum, ceria, melakukan perbaikan terhadap diri sendiri, dan sekitar, belajar dari kesalahan, mengahragai orang lain, tidak perlu menuntut lebih.

Laki-laki yang menuntut wanita baik, bukan urusan kita, yang penting kita tetap berusaha menjadi lebih baik dari menit yang telah berlalu, karena kita pembentuk generasi selanjutnya, Insya Allah.


Manusia yang masih Belajar

Bekasi, 11 januari 2014

NB : Penulis blog yang saya tautkan diatas membuat tulisan part dua
 Teruntuk Pandangan Skeptis Kepada Perempuan Part 2
Jadi banyak yang bisa dikaji oleh para pembaca, jangan lupa baca komen di notes ini juga ya, jika berkenan... agar lebih melihat dari beberapa arah :)  Terimakasih